Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Ini Dia Pidato Lengkap Presiden Ketiga RI, BJ Habibie

Assalamu ‘alaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini tanggal 1 Juni 2011, enam puluh enam tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi dasar Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka. Selama enam puluh enam tahun perjalanan bangsa, Pancasila telah mengalami berbagai batu ujian dan dinamika sejarah sistem politik, sejak jaman demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, era Orde Baru hingga demokrasi multipartai di era reformasi saat ini. Di setiap jaman, Pancasila harus melewati alur dialektika peradaban yang menguji ketangguhannya sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang terus berkembang dan tak pernah berhenti di satu titik terminal sejarah. Sejak 1998, kita memasuki era reformasi. Di satu...

Kemasan Republik

Manusia...........................manusia.................................Indonesia yang penuh harap, yang butuh makan dan minum bukan butuh janji. Manusia Indonesia hanya kaya makmur dalam lagu, hanya kaya dalam statistik dan hanya kaya dalam harapan. Manusia Indonesia terlunta dalam realita, para punggawa hanya bisa tertawa, para punggawa hanya bisa main di atas kertas. Para punggawa hanya bisa membuat program yang instant, solusi hanya untuk menyelamatkan genggaman kekuasaan. Para punggawa yang hanya berkoak, banyak ngomong dan hanya memiliki rasa prihatin tetapi tidak pernah mengimplementasikan keprihatinannya dalam tindakan / perilaku nyata di masyarakat. Bagaimana para punggawa dapat hidup mewah di tengah kesengsaraan rakyatnya. Tidakkah masih ada rasa malu, apabila berbicara selalu mengatasnamakan rakyat. Betapa malang republik ini, mengurus perut rakyatnya saja para punggawa ini sudah tak mampu. Haruskah republik ini kita bubarkan saja ? ........dan kita buka lembaran baru . Ba...

'Wakil Rakyat' Penjaja Anggaran

DUA pria itu bersua di satu restoran, lantai tiga Plaza Senayan, Jakarta. Pria pertama Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar, Wali Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Lelaki lainnya Setya Novanto, Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat. Berjabat tangan, lalu saling menanyakan kabar, keduanya kemudian duduk di tempat kosong restoran itu. Malam itu, Oktober 2009, menurut sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Setya bertanya, "Mau ikutan dengan grup kami?" Yang ditanya menjawab mantap, "Bisa, Pak." Dua pria memahami kosakata yang sama. Kalimat Setya itu merupakan kode ala Senayan untuk menawarkan jasa pengalokasian anggaran proyek infrastruktur di suatu daerah. Setya mengangguk-angguk. Ia berpesan agar Jefferson melanjutkan urusan anggaran ini dengan stafnya di Dewan. Pertemuan di restoran tanpa jamuan itu usai dengan cepat. Pada saat itu, Tomohon membutuhkan dana segar Rp 50 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan. Jefferson berharap dana bisa masuk Angg...