Kemasan Republik
Manusia...........................manusia.................................Indonesia yang penuh harap, yang butuh makan dan minum bukan butuh janji.
Manusia Indonesia hanya kaya makmur dalam lagu, hanya kaya dalam statistik dan hanya kaya dalam harapan.
Manusia Indonesia terlunta dalam realita, para punggawa hanya bisa tertawa, para punggawa hanya bisa main di atas kertas. Para punggawa hanya bisa membuat program yang instant, solusi hanya untuk menyelamatkan genggaman kekuasaan.
Para punggawa yang hanya berkoak, banyak ngomong dan hanya memiliki rasa prihatin tetapi tidak pernah mengimplementasikan keprihatinannya dalam tindakan / perilaku nyata di masyarakat. Bagaimana para punggawa dapat hidup mewah di tengah kesengsaraan rakyatnya. Tidakkah masih ada rasa malu, apabila berbicara selalu mengatasnamakan rakyat.
Betapa malang republik ini, mengurus perut rakyatnya saja para punggawa ini sudah tak mampu.
Haruskah republik ini kita bubarkan saja ? ........dan kita buka lembaran baru .
Barangkali akan lebih mudah mengurus perut-perut rakyat ini dalam kemasan yang lebih kecil.
Rasanya bukan suatu dosa apabila memilih solusi seperti ini.
Manusia Indonesia hanya kaya makmur dalam lagu, hanya kaya dalam statistik dan hanya kaya dalam harapan.
Manusia Indonesia terlunta dalam realita, para punggawa hanya bisa tertawa, para punggawa hanya bisa main di atas kertas. Para punggawa hanya bisa membuat program yang instant, solusi hanya untuk menyelamatkan genggaman kekuasaan.
Para punggawa yang hanya berkoak, banyak ngomong dan hanya memiliki rasa prihatin tetapi tidak pernah mengimplementasikan keprihatinannya dalam tindakan / perilaku nyata di masyarakat. Bagaimana para punggawa dapat hidup mewah di tengah kesengsaraan rakyatnya. Tidakkah masih ada rasa malu, apabila berbicara selalu mengatasnamakan rakyat.
Betapa malang republik ini, mengurus perut rakyatnya saja para punggawa ini sudah tak mampu.
Haruskah republik ini kita bubarkan saja ? ........dan kita buka lembaran baru .
Barangkali akan lebih mudah mengurus perut-perut rakyat ini dalam kemasan yang lebih kecil.
Rasanya bukan suatu dosa apabila memilih solusi seperti ini.
Komentar
Posting Komentar